KONDISI SISTEM PENCATAN DAN PELAPORAN PROGRAM GIZI

Masalah gizi yang ada di Provinsi Gorontalo dan dampaknya terhadap kualitas sumber daya manusia, pencegahan dan penanggulangan masalah gizi merupakan program yang perlu mendapat perhatian khusus, sehingga perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi dilaksanakan secara berkesinambungan disemua tingkatan administrasi baik dari tingkat Provinsi sampai pada Tingkat Puskesmas.

Sistem informasi yang adekuat memerlukan proses perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi yang berkesinambungan untuk menghasilkan kualitas informasi yang memadai dalam mendukung pengambil keputusan.

Sistem informasi Program Gizi Masyarakat Provinsi Gorontalo mengacu pada sistem yang sudah ada yaitu berdasarkan Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP) dan Sistem PWS-GIZI di tingkat puskesmas dan Sistem Kewaspadaan Pangan Gizi (SKPG) kabupaten. Namun data Program Gizi yang tersedia di tingkat kabupaten/kota dan puskesmas, banyak yang tidak lengkap (tidak tersedia dengan baik), atau kualitasnya kurang baik, ini disebabkan oleh lemahnya Sistem Pencatatan dan Pelaporan Data Gizi dari Puskesmas.

Sistem Pencatatan dan pelaporan program gizi di Gorontalo masih dilakukan dengan cara manual. Data penimbangan balita dari posyandu setiap akhir bulan direkap perkelurahan setelah itu diserahkan ke Koordinator Gizi Puskesmas yang selanjutnya direkap menjadi laporan tingkat puskesmas. Cara pengolahan data perkelurahan tersebut dilakukan dengan cara melidi dan jumlahnya dihitung dengan menggunakan kalkulator.

sistem informasi program gizi merupakan bagian yang terintegrasi dengan sistem informasi puskesmas yang dapat digambarkan pada diagram Sumber Data Program Gizi di Puskesmas berikut ini:

Pengolahan data di Puskesmas masih dilakukan dengan manual sebagai contoh Dinas Kota Gorontalo, Data yang didapatkan dari posyandu diolah oleh petugas gizi di puskesmas, data tersebut diolah secara manual dengan menggunakan kalkulator serta diolah per kelurahan oleh Petugas, data hasil olahan direkap oleh koodinator yang kemudian dibuatkan laporan bulanan ke Dinas Kesehatan. Waktu pengolahan laporan secara manual rata-rata dilakukan selama 7 (tujuh) hari, setelah adanya Sistem Pencatatan dan Pelaporan Program Gizi ini Pengolahan data menjadi Laporan bulanan Puskesmas dapat dilakukan 1 (satu) hari. Yang kemudian dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kota. Untuk Pengolahan data di tingkat Dinas Kesehatan, dilakukan dengan merekap data yang dilaporkan Puskesmas, waktu pengolahan data tersebut biasanya dilakukan selama 1 bulan ini disebabkan karena data yang masuk harus diverifikasi dulu ke Puskesmas, pengolahan data tersebut dapat dilihat pada alur dibawah ini :

Kondisi tersebut maka dikembangkan Sistem Pencatatan dan Pelaporan Program Gizi Berbasis Web yang Uji coba awalnya di Dinas Kota Gorontalo

This entry was posted in Pengembangan Sistem. Bookmark the permalink.

2 Responses to KONDISI SISTEM PENCATAN DAN PELAPORAN PROGRAM GIZI

  1. Pingback: Kondisi Sistem Pencatatan dan Pelaporan Program Gizi Provinsi Gorontalo « Blog sistem informasi manajemen kesehatan

  2. yudha titi lestiyorinin says:

    bagus dech….pengen dech aku buat dinkes kab lamongan gizi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>